Ponsel Kenangan

Saat ini telepon seluler/hp adalah salah satu kebutuhan pokok kebanyakan masyarakat. Perannya sudah menggantikan telepon tetap karena fleksibilitas, tarif layanan dan kemudahan memperoleh perangkat handset-nya..

Ponsel pertama saya miliki pada tahun 1999 saat masih menjadi seorang mahasiswa di sebuah PTN di Bandung. Ericsson T10 adalah ponsel pertama yang saya miliki yang waktu itu saya beli dalam kondisi second dengan harga Rp. 500.000. Bentuknya manis dengan lampu penanda sinyal yang berkedap-kedip, sangat keren terutama saat dikegelapan.

t10

Kartu pertama yang saya pakai waktu itu adalah Mentari dengan nomor 08152072328 yang saya beli dalam kondisi second.

mentari

Kemudian beberapa waktu kemudian ganti dengan ponsel kedua yaitu siemens C35 dengan cara tukar tambah. Ponsel ini bentuknya unik dengan bodi berlekuk kayak keris, haha..

s35

Selanjutnya ditukar tambah lagi dengan ponsel ketiga yaitu siemens S35

s35i

Ponsel ini adalah salah satu ponsel impian dan favorit saya.. Fiturnya cukup lengkap pada waktu itu, saya terinsipirasi memiliki ponsel ini dari Dr. Priyono Sutikno, dosen saya, yang menggunakan S35. Sangat disayangkan pada saat mudik ke Yogya ponsel ini dicopet sekelompok pencopet di bus kota jalur 7.. :-(
Sekembalinya ke kota Bandung saya langsung hunting ponsel (bekas) lagi.. Akhirnya saya dapat ponsel keempat yaitu siemens S25. Ponsel ini merupakan versi lebih sederhana dari siemens S35. Sangat disayangkan ponsel ini terjatuh ke lantai ubin yang keras di kamar kost-an sehingga layarnya pecah. Untuk mengganti layarnya terpakasa harus merogoh kocek dalam-dalam yaitu 150 rebu rupiah.. :-(

s25

Pada akhir tahun 2000 saya berkesempatan berperan serta menjadi surveyor pada suatu proyek yang dilakukan antara PT SUCOFINDO - PERTAMINA - dan kampus saya. Wilayah cakupan tim kecil kami adalah Tasikmalaya dan sebagian Bandung. Hal yang masih membekas dalam ingatan adalah ketika mendatangi lokasi survei di kawasan pondok pesantren milik Abah Anom. Dari hasil menjadi seorang surveyor tersebut saya akhirnya untuk pertama kali berhasil membeli ponsel (baru..!) yang merupakan ponsel kelima saya, yaitu simens c45. Bentuknya kecil, bahkan saya jadikan kalung saat sedang bertugas di lapangan..

c45

bersamaan dengan itu kartu perdana yang saya pakai juga ganti dengan kartu kedua yaitu Simpati dengan nomor 0812-212-1478 yang saya beli dalam kondisi second dengan harga sekitar 180 ribu-an (waktu itu harga kartu perdana masih mahal, bahkan second-nya..!).

Kemudian karena suatu keperluan (biasa, namanya ja anak kost, hehehe..), ponsel tadi terpaksa saya lego dan kemudian ganti dengan ponsel lain ( back to second, :-D ), yaitu ponsel keenam saya siemens M35 warna kuning ngejreng.. :-P . Fiturnya sih hampir sama dengan siemens C35, hanya beda casing doang dan tanpa antena eksternal.

m35

Bersamaan dengan itu kartu perdana yang saya pakai juga diganti lagi dengan kartu ketiga yaitu kembali lagi ke Mentari dengan nomor 0816-420-8145 yang saya beli dalam kondisi second dari salah seorang pegawai hotel Casa D’ La Dera dekat kost-an saya di daerah Cipaku. Ponsel ini cukup lama saya pakai, kira-kira sampai bulan Mei 2004 pada saat saya menjalani tugas On The Job Training di Banjarmasin. Pada saat iseng-iseng melihat suatu counter ponsel saya tergoda untuk tukar tambah dengan ponsel Nokia 8310. Fiturnya tergolong lengkap dengan casing yang dapat diganti-ganti dan sudah dilengkapi dengan radio FM. Inilah ponsel ketujuh saya yang merupakan ponsel Nokia pertama yang saya miliki.

no8310

Sayangnya karena sampai ke tempat saya sudah melalu banyak tangan ( :-D ), beberapa bulan saya pakai ponsel ini mulai terjangkiti penyakit, yaitu speakernya mati, hehe… Setelah saya perbaiki akhirnya ponsel ini saya lego dan ganti dengan ponsel layar berwarna pertama yang merupakan ponsel kedelapan saya, yaitu sony ericsson T230 yang sya beli dalam kondisi baru (maklum karena dah punya gaji sendiri.. :-D ). Bersamaan ini saya kembali ganti kartu perdana, kali ini adalah kartu AS yang baru pertama kali di-launching oleh Telkomsel. Kartu keempat saya ini bernomor 0852-493-LUPA (hehehe)

t230

Selanjutnya saat menjalani training di Padang, tepatnya pada tanggal 08 Juli 2005, saat berjalan-jalan di mall terbesar di kota itu (namanya apa ya? lupa sih, hehehe..) saya tergoda lagi untuk mencoba ponsel dari motorola. Inilah ponsel kesembilan yang merupakan ponsel motorola pertama (dan nampaknya yang terakhir), yaitu motorola C381. Fiturnya biasa-biasa saja, hanya ada satu yang membedakan dengan ponsel-ponsel lain yang pernah saya pakai, yaitu adanya alert penemuan jaringan GSM dan alert berulang sms/mis call yang belum terbuka. Karena ini saya sempat memperoleh pengalaman pahit karena teman sekamar saya yang merasa terganggu malam-malam selalu mendengar alert yang berulang ini..

mot-c381

Ponsel yang lama (sony ericsson T230) kemudian saya wariskan kepada adik ipar saya. Belum lama saya pakai, salah seorang teman sekantor sangat tertarik dengan ponsel ini dan setengah memaksa saya untuk menjualnya kepadanya. Ponsel ini berpindah tangan kepada teman saya (Bp. SM Djoewahir, sekarang sudah pensiun) dan sebagai gantinya saya mencoba untuk menggunakan PDA. Dari suatu iklan baris di surat kabar Banjarmasin Post saya akhirnya menemukan PDA HP Ipaq 6365 dari Bapak Jaya di Jalan Veteran Banjarmasin, tepatnya pada tanggal 14 Januari 2006. Inilah ponsel kesepuluh saya:

ipaq6365

Meskipun PDA ini saya pakai cukup lama (1 tahun 3 bulan) tetap saja saya kecewa dengan kinerja PDA ini, terutama masalah suara dan kameranya. Namun, salah satu titik penting dalam perjalan saya berponsel ria terjadi pada masa ini. Tepatnya, pada tanggal 15 Januari 20o6 saya beralalih ke kartu kelima saya, yaitu AS dengan nomor 0852-2073-9999. Ini adalah kartu terakhir saya (mudah-mudahan), karena bersamanya membawa beberapa keberuntungan buat saya.. :-) new_kartu_as_front

Akhirnya saya kembali lagi ke ponsel sony ericsson, tepatnya Z710. Bentuknya manis dan fiturnya sudah sangat memadai baik untuk konektivitas dan multimedia. Ponsel ini saya beli dalam kondisi baru pada tanggal 30 April 2007 di Oke Shop Banjarmasin. Inilah ponsel kesebelas saya:

sonyericsson-z710

Ponsel ini cukup lama saya pakai, yaitu 1 tahun 4 bulan. Tanggal 24 Agustus 2007 saya ganti ke ponsel nokia, yaitu smart phone N70. Inilah ponsel kedua belas saya:

nokia-n70

Fiturnya sangat lengkap dan sangat memadai.

Akhirnya, inilah ponsel ketiga belas atau ponsel terakhir saya. Dialah Sony Ericsson C702 yang saya beli tepat pada ulang tahun ke-2 anak pertama saya, 07 agustus 2008:
c702

Fiturnya sangat lengkap dan sudah dilengkapi GPS (hal inilah yang mendasari kenapa saya memilihnya). Fitur ini sangat bermanfaat bagi saya, karena kadangkala harus dipakai saat melakukan survei di lapangan.

Ponsel Impian:

nokia-e90

Nokia E 90 adalah ponsel impian saya. Sayang harganya masih selangit… :-(

Kapan ya dapat memiliki ponsel impian ini…??? :-D

( note: sebagian besar foto ponsel di atas diambil dari www.gsmarena.com, dan beberapa dari sumber lain di internet)

1 Response to “Ponsel Kenangan”


  1. 1 triple X November 30, 2008 at 3:51 pm

    gue kasih daah

Leave a Reply