Archive for January, 2009

relativitas uang

“kenapa akhir taun ga mudik sih? Khan libur panjang? Masak kamu bilang lagi ga ada uang..!”
”Aduh aku lagi ga ada duit nih, so ga bisa belikan barang itu untuk mereka..”
”Wah, maaf ya saya ga bisa ikut bantu soalnya lagi kekurangan uang juga nih..”
….
….
Seringkali saya menemukan kalimat-kalimat di atas terucap, entah oleh teman, keluarga, rekan kerja, kenalan, orang lain atau bahkan oleh saya sendiri yang intinya menyatakan bahwa kita tidak punya uang/sesuatu yang diinginkan sehingga kita tidak bisa memenuhi permintaan lawan bicara kita tersebut.

Apakah saya atau Anda yakin dengan perkataan-perkataan tersebut di atas? Mungkin ”YA”, mungkin ”TIDAK”, atau boleh jadi ”TIDAK SEPENUHNYA”.. Semakin banyak jawaban ”YA” saya katakan maka semakin banyak orang yang saya hormati. Semakin banyak jawaban ”TIDAK” saya katakan maka semakin banyak pula orang yang tidak bisa saya percayai. Semakin banyak jawaban ”TIDAK SEPENUHNYA” maka semakin banyak pula saya kehilangan respek terhadap orang.
Sayangnya saya belum pernah membuat perhitungan statistik yang menyatakan persentase ketiga jawaban di atas. Sangat mungkin perhitungan persentase hasil tersebut bagi setiap orang akan berbeda-beda. Cuman saya sedikit yakin bahwa persentase jawaban ”YA” bagi semua orang akan berada di urutan paling buncit.. :-) Dari sedikitnya jumlah jawaban ”YA” yang saya dapatkan maka saya dapat menyimpulkan bahwa berlaku relativitas dalam logika. Teori relativitas fisika dapat menjelaskan bahwa pembalap mobil formula satu yang melaju kencang di lintasan, misalnya Lewis Hamilton, belum tentu bisa dikatakan bergerak. Lewis Hamilton baru bisa dikatakan bergerak apabila dinyatakan TERHADAP sesuatu yang dianggap diam, misalnya penonton. Apabila Lewis Hamilton dinyatakan terhadap mobil McLaren yang sedang dikendarainya maka dia dikatakan sedang DIAM..! Pernah saya lihat ibu A yang rela berpanas-panas di atas sadel motornya saat menunggu pesanan nasi bungkusnya. Padahal dia bisa saja menunggu di dalam warung sambil duduk manis. Dia rela melakukan itu demi menghemat uang 500 rupiah buat parkir. Di lain hari saya pernah menemui bapak B yang di mata masyarakat umum dianggap mampu, atau bahkan bisa dikatakan makmur (dibuktikan dengan jumlah rumah, mobil, perhiasan yang dikenakan istrinya dan barang tersier lain yang dimilikinya) namun tidak mampu membantu saudaranya yang sedang membutuhkan.
Apabila ibu A ditanya kenapa tidak mau parkir dan bapak B kenapa ga bisa membantu saudaranya pasti mereka akan menjawab ”saya lagi ga uang nih/saya lagi perlu uang banyak nih”.

Nah itulah yang saya maksud dengan relativitas uang. Dia bisa berkata macam-macam tergantung keperluannya (tepatnya tergantung orang yang sedang memegangnya). Untuk keperluan A uang bisa berkata “ADA”, untuk B boleh jadi “TIDAK ADA”, untuk C boleh jadi “SEDIKIT”, untuk D boleh jadi “BESOK YA”, dan seterusnya dan seterusnya..

Anda setuju..???

catatan perjalanan mudik…

Libur akhir tahun kemarin akhirnya mudik juga.. Padahal  sebelumnya sudah merencanakan untuk tidak mudik, mengingat waktu (ada hari kejepit) dan biaya..

Namun akhirnya nasib bicara laian :-D  Setelah di ‘ojok-ojoki’ my boss supaya mudik akhirnya mudik juga dengan mengambil jatah bolos (jatah cuti dah abis), hahaa..  Akhirnya 24 Des langsung hunting tiket, dan karena tiket bjm-ygy dah abis maka cari tiket bjm-sby PP.. Sengaja pilih maskapai MANDALA karena sekarang pelayanan n armadanya baru-baru..

26 Des pagi istri di ygy sms minta di baweain foto tanaman bunga di halaman rumah, katanya ngidam mau lihat bunga di halaman, hehehe.. Nih, sebagian tanaman bunga kami:

1

Setelah shalat jum’at langsung ke Bandara Samsudin Noor di Banjarbaru. Karena kelaparan akhirnya cari makan dulu di kantin bandara: pilih menu omelet plus nasi putih.. :-) Pukul 14.35 pesawat Airbus take off menuju Surabaya, dan Alhamdulillah 50 menit kemudian pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Juanda.

Setelah shalat ashar di mushala bandara langsung cari shuttle bus dari bandara menuju terminal bungurasih. Berikut ini sedikit keramaian bandara Juanda yang saya ambil dari atas bus..

dsc00045

Dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya memilih traveluntuk mengangkut saya ke Yogyakarta. Atas usulan bapak sopir shuttle bus tadi akhirnya saya memilih travel PAHALA (mungkin pemilik travel masih ada hubungan dengan bapak sopir kali ya..hehe). Sesaat sebelum masuk mobil travel ELF L300:

3

Pukul 19.00 ELF L300 mengangkut 8 penumpang mulai meninggalkan kota Surabaya menuju Yogyakarta. Mobil yang saya tebus tiketnya seharga Rp. 115 rebu ini  lumayan nyaman, namun tidak demikian dengan sopirnya. Menurutku sang sopir terlalu pelan-pelan dalam menjalankan mobilnya sehingga perjalanan terasa lambat (atau jangan2 perasaanku aja ya, yg dah ngebet nyampe rumah..?? hehe).

Ditengah jalan mobil berhenti untuk istirahat, tepatnya di rumah makan UTAMA di Caruban. Berikut ini fotonya:

4

Setelah melalui perjalanan yang membosankan akhirnya saat shubuh mobil memasuki kota Yogyakarta. Lega sekali rasanya.. Sambil menunggu hari terang akhirnya saya menuju ke sebuah warnet.. Lumayan, ga terasa lamawaktu berlalu (maklum sambil sesekali tertidur.. :-D )

Setelah janjian dengan adik saya untuk pulang sama-sama ke rumah di wonosari saya langsung menuju daerah malioboro, tepatnya di depan benteng Vredeburg.

5

Sekitar satu jam saya menunggu kedatangan adik saya.. Lumayan, sambil menikmati suasana kota yogya di pagi hari. Banyak banget wisatawan lokal n asing yang lalu-lalang. maklum lagi liburan panjang khan? Setelah adik datang langsung saya ajak sarapan dulu, sengaja dia pilih tempat deket kost-annya, namanya warung soto Rembang. Saya kira pemiliknya atau menunya dari daerah Rembang. Eh, nyatanya Rembang tu singkatan dari saRem dan bramBang (garam dan bawang merah)..Dasar orang yogya emang kreatif, hehehe.. Selanjutnya cari oleh2 dl untuk my beloved rio dan keluarga, yaitu donut di Dunkin Donut Gramedia.

Satu jam kemudian saya dah nyampe di rumah dan ketemu dengan seluruh keluarga, terutama my beloved rio..

6(to be continued)